.

Minggu, 07 April 2013

STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/ MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) 2013


Kompetensi Dasar dibutuhkan untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan melalui Kompetensi Inti.Selain itu, Kompetensi Dasar diorganisir ke dalam berbagai mata pelajaran yang pada gilirannya berfungsi sebagai sumber kompetensi.Mata pelajaran yang dipergunakan sebagai sumber kompetensi tersebut harus mengacu pada ketentuan yang tercantum pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, khususnya ketentuan pada Pasal 37. Selain jenis mata pelajaran yang diperlukan untuk membentuk kompetensi, juga diperlukan beban belajar perminggu dan per semester atau per tahun. Beban belajar ini kemudian didistribusikan ke berbagai mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi yang diharapkan dapat dihasilkan oleh tiap mata pelajaran.

A.    Beban Belajar

Beban belajar dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu selama satu semester. Beban belajar di SMP/MTs untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Durasi satu jam pelajaran untuk SMP/MTs adalah 40 menit.Dalam struktur kurikulum SMP/MTs ada penambahan jam belajar per minggu dari semula 32 jam menjadi 38 jam untuk masing-masing kelas VII, VIII, dan IX.  Satu semester terdiri atas 18 minggu. Angka-angka diatas adalah nilai minimal, sehingga melalui pendekatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, pengelola sekolah dengan persetujuan komite dan orang tua siswa dapat menambah jam pelajaran sesuai kebutuhan.
Jumlah jam pelajaran per minggu ini meningkat sebanyak 6 jam pelajaran per minggu dibandingkan dengan yang berlaku pada kurikulum sebelumnya. Penambahan jam ini sejalan dengan perubahan proses pembelajaran siswa aktif, yaitu proses pembelajaran yang mengedepankan pentingnya siswa mencari tahu melalui proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Proses pembelajaran semacam ini menghendaki kesabaran guru dalam mengarahkansiswasehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan menerapkan apa yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya.
Tambahan jam pelajaran ini juga diperlukan supaya guru dapat mengamati lebih jelas kemajuan siswanya mengingat kompetensi yang diharapkan dari proses pembelajaran ini adalah kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pengukuran kompetensi sikap dan keterampilan membutuhkan pengamatan yang lebih lama dibandingkan dengan pengukuran kompetensi pengetahuan. Penilaian untuk ketiga macam kompetensi ini harus berdasarkan penilaian proses dan hasil, antara lain melalui sistem penilaian otentik yang tentunya membutuhkan waktu penilaian yang lebih lama.

B.     Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial Integratif

Ilmu Pengetahuan Alam(IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS) dikembangkan sebagai mata pelajaran integrated sciences dan integrated social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.Disamping itu, tujuan pendidikan IPS menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. IPA juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara.
Mata pelajaran IPA dan IPS yang terintegrasi menggunakan pendekatan trans-disciplinaritydi mana batas-batas disiplin ilmu menjadi berbaur satu sama lain.Pembelajaran IPS diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang, dan waktu.Ruang adalah tempat di mana manusia beraktivitas, koneksi antar ruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ke tempat lain, dan waktu menggambarkan masa di mana kehidupan manusia itu terjadi.Pembelajaran IPA seharusnya juga mengintegrasikan konten biologi, fisika, dan kimia. Pengintegrasian tersebut dapat dilakukan dengan caraconnected,yakni pembelajaran dilakukan pada konten bidang tertentu (misalnya fisika), kemudian konten bidang lain yang relevan ikut dibahas. Misalnya saat mempelajari suhu (konten fisika), pembahasannya dikaitkan dengan upaya makhluk hidup berdarah panas mempertahankan suhu tubuh (konten biologi), serta senyawa yang digunakan di dalam sistem AC (konten kimia).

C.    Struktur Kurikulum

Mata pelajaran adalah unit organisasi kompetensi dasar yang terkecil. Untuk mencapai  kebutuhan kompetensi lulusan diperlukan beberapa mata pelajaran. Mata pelajaran yang dipergunakan sebagai sumber kompetensi dalam pencapaian kompetensi lulusan SMP/MTs, posisi mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa dirumuskan sebagai Struktur Kurikulum SMP/MTs.
Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut:


MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU
VII
VIII
IX
Kelompok A



1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
3
3
3.
Bahasa Indonesia
6
6
6
4.
Matematika
5
5
5
5.
Ilmu Pengetahuan Alam
5
5
5
6.
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
7.
Bahasa Inggris
4
4
4
Kelompok B



1.
Seni Budaya
3
3
3
2.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3
3
3
3.
Prakarya
2
2
2
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
38
38
38

Keterangan:
Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah.
Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SMP/MTs antara lain Pramuka (Wajib), Organisasi Siswa Intrasekolah, Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja.
Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan Prakarya adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut.
Seni Budaya terdiri atas empat aspek, yakni seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan dapat memilih aspek yang diajarkan sesuai dengan kemampuan (guru dan fasilitas) pada satuan pendidikan itu.
Prakarya terdiri atas empat aspek, yakni kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran prakarya paling sedikit dua aspek prakarya sesuai dengan kemampuan dan potensi daerah pada satuan pendidikan itu.

Kurikulum 2013

KURIKULUM 2013

KOMPETENSI DASAR

Sekolah Menengah Pertama (SMP)/
Madrasah Tsanawiyah (MTs)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2013


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas selesainya penyusunan
dokumen Kompetensi Dasar untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
sebagai salah satu perangkat kelengkapan Dokumen Kurikulum 2013. Penyusunan
dokumen ini dalam rangka menindaklanjuti program-program prioritas yang tercantum
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan dalam Rencana
Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014.

Selain berisi deskripsi Kompetensi Dasar, dokumen ini berisi pula Kompetensi Inti dan
Struktur Kurikulum. Kompetensi Dasar dikembangkan dari Kompetensi Inti, sedangkan
pengembangan Kompetensi Inti mengacu pada Struktur Kurikulum. Kompetensi Inti
merupakan kompetensi yang mengikat berbagai Kompetensi Dasar ke dalam aspek sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang
sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus dimiliki peserta didik untuk
setiap kelas melalui pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa aktif.
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas.

Penghargaan dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Tim Nara Sumber, Tim Pengarah, Tim Internal Kemdikbud, Tim Inti, Tim
Teknis, dan Tim Pengembang yang telah meluangkan waktu untuk menulis dan
memberikan kontribusi pemikiran yang komprehensif dalam mewujudkan Dokumen
Kurikulum 2013 ini. Penghargaan yang sama juga kami sampaikan kepada semua pihak
yang telah memberikan masukan baik secara tertulis, melalui media elektronik dan cetak,
maupun secara lisan guna penyempurnaan Kurikulum 2013.
 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan


Prof. Dr. Khairil Anwar Notodiputro



Sabtu, 02 Maret 2013

Open Lesson


KGK Membentuk Pola Pikir Profesional




Nama                           : Ahmad Fadloli
Program                       : TLC
Sekolah                       : SMP Negeri 7 Karawang Barat- Jawa Barat
No. Ponsel                   : 081383694406
Email                           : a.fadloli@yahoo.co.id; fadloliahmad@gmail.com
Blog                            : http://ahmadfadloli.blogspot.com
Oleh : Ahmad Fadloli – SMPN 7 Karawang Barat, 21 September 2012

Kamis, 21 Februari 2013

Maulid Nabi 1434 H

Kegiatana Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. 1434 H bertepatan dengan tahun2013 M di SMPN 7 Karawang Barat di peringati oleh siswa-siswi dengan meriah. Kegiatan dilaksankan dengan di awali adanya kegiatan perlombaan.
Kegiatan perlombaan yang dilaksanakan adalah : Lomba cerdas cermat, lomba berpidato, dan lomba busana muslim. Kegiatan perlombaan diikuit oleh seluruh perwakilan kelas 7, 8, dan 9.
Pada akhir kegiatan dilaksanakan penampilan pidato dari juara 1,2, dan 3. diiringi dengan Marawis dan ceramah inti oleh. Pak Komang Herdiana, S.Ag.
Kegiatan garapan anak-anak OSIS yang baru di lantik itu luar biasa meriah. Kreativitas yang di tunjukkan oleh siswa dan siswi tidak kalah meriahnya dengan kegiatan yang ada di tingkat yang lebih tinggi.
Menjadi fasilitator anak-anak OSIS untuk berkreatifitas merupakan fungsi dari pembina Kesiswaan dengan demikian diharapkan kreativitas dan inovasi bisa atersalurkan dan muncul kepermukaan.
Sambutan Kepala Sekolah
Siswa-siswi pada kegiatan maulid
Pemberian Hadiah Pemenang Cerdas cermat
Juara Pidato
Juara Busana Muslim Putri
Juara Busana Muslim Putra


Rabu, 20 Februari 2013

Minggu, 10 Februari 2013

Lesson Study

Sambutan Kepala Sekolah pada kegiatan Open Lesson di SMPN 7 Karawang Barat. guru Model : Merly Naibaho, S.Pd. Moderator: Ratna Sudaryanti, SS. Notulen: Yogani Hadi Siswanto,SE

Jumsih di SMPN 7 Karbar

< ahref="">

Sabtu, 09 Februari 2013

Inspirasi

< ahref="">

LESSON STUDY

Open Lesson
Kegiatan Lesson Study di SMPN 7 Karawang Barat hari ini tahap Open Lesson dan Refleksi.
Hari/tgl : Senin, 4 Februari 2013
Mapel : Matematika
Kelas  : 8 B
Materi : Menentukan nilai Phi, menentukan luas lingkaran
Metode : Praktikum
Sebelum Open Lesson.


Dari kiri ke kanan ( Yogani Hadi Siswanto: Notulen, tengah: Ratna Sudaryanti: Moderator. Merly Naibaho: guru model)
Presentasi Guru Model Sebelum Pembelajaran

Kamis, 07 Februari 2013

JUM,AT BERSIH ( JUMSIH)

Kegiatan untuk menanamkan karakter peduli terhadap lingkungan dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap kebersihan dan keindahan oleh seluruh perangkat yang ada di sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf TU, penjaga, dan seluruh siswa.
SMPN 7 Karawang Barat mempunyai program jum'at bersih yang dilaksanakan rutin dengan jadwal bergantian senam kesegaran jasmani dengan kebersihan lingkungan.
Jum'at, 8 Pebruari 2013 jadwal jumsih dilaksanakan dengan menggerakkan semua yang ada di sekolah. Hal tersebut membuktikan sudah terbentuk kepedulian d SMP N 7 Karawang Barat terhadap Lingkungan setelah selama 6 bulan di terapkan kegiatan tersebut.

Selasa, 05 Februari 2013

Lomba Keindahan Kelas

Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah menjadi indah, asri, dan nyaman serta menerapkan nilai peduli terhadap lingkungan, mulai juli tahun 2012 SMPN 7 Karawang Barat mengadakan lomba taman kelas.
Sudah enam bulan kegiatan perlombaan di laksanakan, dengan semangat yang luar biasa dari siswa dan semua guru , Alhamdulillah terlihat perubahan ynag cukup signifikan terhadap keadaan lingkungan sekolah. Harapannya adalah dengan lingkungan yang indah semoaga dapat menanbah semangat bagi semua staekholder yang ada  untuk berjuang memajukan pendidikan khususnya di SMPN 7 Karawang Barat. Amien.

Sabtu, 02 Februari 2013

Taman Kelas

Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap semangat staekholder pendidikan dalam beraktivitas. Dilingkungan sekolah semangat belajar mengajar juga sangat di pengruhi oleh kondisi dan keadaan lingkungan sekolah tersebut. Kondisi lingkungan yang bersih, sejuk, rindang, dan tertata dengan baik jelas menambah gairah guru dan siswa untuk betah di sekolah terutama dalam kegiantan proses belajar mengajar menjadi nyaman.
SMP N 7 Karawang Barat yang terletak dipinggir sawah, kondisinya masih  jauh dari kenyataan yang membuat kondisi belajar mengajar menjadi nyaman. Melihat kenyataan tersebut, Pak Ahmad Fadloli sebagai kepala sekolah membuat terobosan untuk menjadikan sekolah menjadi rindang, nyaman, dan asri untuk mendukung proses belajar mengjar menjadi menyenangkan sehingga  semua yang menjadi bagian dari proses pendidikan di sekolah tersebut menjadi betah.
Salah satu program yang sudah dilaksanan selama enam bulan kebelakang adalaah adanya  perlombaan taman antar kelas.

KEROHANIAN


1
Sudah Terujikah Iman Kita
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!
  Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
   Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10:
   Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”?
Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!
   Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala :
   Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107).
   Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat.
   Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214).
   Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu.
لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَيُوْضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مِفْرَقِ رَأْسِهِ فَيَشُقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. (رواه البخاري).
... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202).
   Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada?
Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah!

LESSON STUDY




< ahref="">

KIAT-KIAT PRAKTEK LESSON STUDY



Bagi yang belum mengenal, mungkin Lesson Study disamakan dengan metode atau pendekatan
pembelajaran. Padahal Lesson Study  bukan metode pembelajaran, juga bukan pendekatan
pembelajaran. Sebenarnya, Lesson Study adalah suatu strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran
berbasis sekolah melalui  pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan
prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning. Oleh karena tugas guru adalah membelajarkan siswa
maka Lesson Study di negeri asalnya, Jepang, merupakan model pembinaan (pelatihan) guru berkelanjutan secara konsisten sejak seabad lalu. Keampuhan Lesson Study dalam meningkatkan mutu  pembelajaran yang berdampak terhadap mutu SDM Jepang yang diakui di seluruh dunia dan sekarang  Lesson Study dikembangkan dimana-mana termasuk di Amerika Serikat. Kita baru beberapa tahun saja belajar dari Jepang melalui JICA experts dan beberapa dosen yang berkesempatan menyaksikan  langsung kegiatan Lesson Study di Jepang. Jadi kita harus bersabar untuk merasakan hasilnya. Sebagian orang juga bertanya, apa bedanya dengan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)? Jawabya adalah Lesson Studylebih luas dari PTK. Pada dasarnya Lesson Study adalah penelitian pembelajaran, mengkaji pembelajaran dengan memberi tindakan agar pembelajaran menjadi lebih baik. Melalui Lesson Study, guru dapat melakukan kajian pembelajaran terhadap suatu kelas dengan topik berbeda (Penelitian Tindakan Kelas) dan melakukan kajian pembelajaran pada beberapa kelas paralel untuk topik yang sama (Peneltian Tindakan).

Tata Tertib Observasi Kegiatan Open Lesson



(dibacakan oleh pemandu)
Sebelum pengamatan
·         Pengamat & undangan hendaknya datang paling lambat 5 menit sebelum pembelajaran dimulai.
·         Kedatangan tamu di sekolah hendaknya tidak mengganggu konsentrasi belajar siswa di sekolah. Karena itu tamu hendaknya tidak ribut, berbicara tidak menimbulkan kebisingan di sekolah.
·         Siapkan buku catatan khusus observasi dan pena. Jika memungkinkan setiap pengamat memperoleh RPP, LKS, dan denah tempat duduk siswa.
·         HP di-silent-kan. Hindari mengirim atau menerima telpon kecuali untuk hal-hal yang sangat  mendesak. Juga hindari kesibukan mengirim atau membaca SMS.
·         Usahakan tidak membawa makanan dan tidak merokok di dalam ruangan.
·         Pastikan agar pada waktu observasi tidak diganggu perasaan ingin buang hajat. Buang air kecil/besar hendaknya dilakukan sebelum pembelajaran.
·         Usahakan kelas yang akan digunakan open lesson memiliki sirkulasi udara yang baik.