.

Selasa, 09 Mei 2017

PILKADA VERSUS UN




Pilkada yang berlangsung di berbgai daerah sangat menyita perhatian masyarakat luas dari anak-anak sampai orangtua bahkan kakek-kakek dan nenek-nenek. Selain itu, Pilkada yang berlangsung di Indonesia juga menjadi perhatian seluruh dunia, khususnya Pilkada yang berlangsung di DKI Jakarta.
Pilkada DKI Jakarta sangat menyita perhatian dari seluruh masyarakat bahkan politikus-politikus negara-negara luar Indonesia. Begitu pentingkah Pilkada DKI Jakarta khususnya sehingga begitu luarbiasa perhatian, antusiasme, semangat, emosi, anggran semua dicurahkan untuk memenangkannya?. Bahkan, untuk dapat memenangkan Pilkada tersebut segala cara dilakukan oleh pendukung-pendukung pasangan calon yang bersaing dalam pelaksanaan Pilkada tersebut.
Yang menarik dicermati dari Pilkada tersebut adalah semangat dari TIM sukses untuk dapat memenangkan calon yang diusung tanpa lelah, tanpa dibayarpun rela untuk meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta demi pasangan yang didukungnya dapat menang.
Pesta porapun dilakukan setelah pasangan calon yang didukungnya memenagkan pilkada tersebut. Tetapi dibalik itu, tugas berat menanti pasangan calon yang menang untuk dapat merealisasikan janji-janji yang sudah dijanjikan pada saat kampanye.
Disisi lain, dunia pendidikan dihadapkan pada pelaksanaan ujian nasional. Hiruk pikuk ujian nasioanal sudah berlangsung satu tahun yang lalu, yaitu mulai wacana model ujian nasional yaitu UNBK(ujian nasional bebrbasis komputer) dan UNKP(Ujian nasional bebrbasis kertas dan pensil). Model pelaksanaan un terseut menjadi perhatian yang serius dari pemangku kepentingan terutama pelaksanaan UNBK.
Pelaksanaan UNBK yang mulai digalakkan oleh kemdikbud tentu menimbulkan permasalahan di lapangan, sebab jika sekolah melaksankan UNBK, mkaa sekolah tersebut harus memiliki perangkat komputer minimal sepertiga dari jumlah siswa yang akan melaksanakan kegiatan UN. Kenyataan yang ada  menunjukkkan bahwa hanya sebagaian kecil sekolah yang mempunya perangkat komputer sepertga dari jmlah siswa yang akan mengikuti ujian nasional.
Anjuran UNBK yang tadinya disyaratkan untuk pelaksanaan UN ditingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA  dengan segala pertimbangan akhirnya yang diwajibkan UNBK adalah tingkat SMA/SMK/MA, sedangkan ujian tingkat SMP/MTs masih terbatas bagi sekolah yang mempunyai sarana lengkap. Alhasil pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs masih bisa dihitung jari dan itupun hampir semua sekolah swasta yang maju.
Terlepas dari model pelaksanaan ujian yaitu UNBK dan UNKP, sekolah tetap bekerja keras agar pelaksanaan ujian nasional yang dilaksanakan bisa berlagsung dengan sukses, aman, nyaman, dan terkendali serta tetap mengedepankan kejujuran.
Kerja keras sekolah dalam menghadapi pelaksanaan ujian nasional ditunjukkan dengan beberapa kegiatan yang dilakukan disekolah dalam rangka mempersiapkan peserta didik agar siap menghadapi ujian nasional yaitu:
a.      Kegiatan belajar mengajar yang dilaksankaan selama tiga tahun mulai dari kelas tujuh, delapan, dan sembilan.
b.      Kegiatan try out1 (latihan ujian) dilaksankan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengikuti ujian nasional.
c.       Bimbel. Hasil TO1 dijadikan dasar untuk melihat kemmapuan siswa dalam mengikuti ujian nasional. Dari hasil tersebut selanjutnya sekolah memberikan bantuan kepada siswa dengan mengadakan bimbingan belajar sehingga pemahaman siswa terhadap pelajaran yang akan di UN kan meningkat.
d.      Kegiatan try out2 (latihan ujian) dilaksankan untuk mengukur perkembangan kemampuan siswa setelah mengikuti bimbingan belajar dalam kurun waktu tertentu. Hasil TO2 dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan bimbel yang dilaksankan.
e.      Ujian Sekolah. Mata pelajaran yang di UN kan juga di ujian sekolah kan. Kegiatan ini juga bisa digunakan sebagai sarana evaluasi kesiapan siswa dalam mengikuti ujian nasional.
 Persaiapan yang sudah cukup banyak dilakukan oleh sekolah dalam rangka mempersiapkan siswa menghadapi pelaksanaan ujian nasional masih belum lengkap jika siswa tidak disiapkan dari sisi mental. Dari sisi mempersiapkan mental siswa, sekolah mengadakan doa bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 9 dan tidak lupa juga siswa kelas 8, kelas 7, dan bapak ibu guru serta semua yang ada di sekolah turut serta mendoakan keberhasilan pelaksanaan ujian nasional yang dihadapi oleh siswa kelas 9.
Luarbiasa memang walaupun UN sudah tidak menjadi penentu kelulusan tetapi tetap segala tenaga, pikiran, dan doa semua dicurahkan untuk keberhasilan siswa-siswi yang akan mengikuti kegiatan ujian nasional. Dari kegiatan tersebut dapat dilihat bahwa semua warga sekolah sudah memainkan perannya sebagai orangtua di sekolah kepada anak didiknya. Tanggungjawab yang diemban sekolah terhadap titipan orangtua tentu menjadi tanggungjawab yang harus di laksanakan dengan amanah.
Pesta porapun dilakukan oleh siswa setelah mengetahui bahwa dia lulus sekolah. Wajar memang jika setelah mengetahui bahwa dirinya lulus sekolah merasa gembira asalkan kegembiraan tersebut  berifat wajar dan tidak melanggar aturan serta norma-norma yang ada.
Yang lebih penting dari itu adalah adanya kesadaran bahwa kelulusan yang dicapai adalah hasil peran dari berbagai pihak yang turut mendukung dan mensuskseskan dirinya menjadi lulus ujian dan yang lebih penting disadari pula adalah bahwa kelulusan dari sekolah merupakan langkah awal untuk menapai kehidupan yang lebih tinggi serta langkah awal untuk menapai jalan kesuksesan menuju cita-cita yang sudah ada didalam diri masing-masing.( GusNdol_90517)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar