.

Kamis, 21 Februari 2013

Maulid Nabi 1434 H

Kegiatana Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. 1434 H bertepatan dengan tahun2013 M di SMPN 7 Karawang Barat di peringati oleh siswa-siswi dengan meriah. Kegiatan dilaksankan dengan di awali adanya kegiatan perlombaan.
Kegiatan perlombaan yang dilaksanakan adalah : Lomba cerdas cermat, lomba berpidato, dan lomba busana muslim. Kegiatan perlombaan diikuit oleh seluruh perwakilan kelas 7, 8, dan 9.
Pada akhir kegiatan dilaksanakan penampilan pidato dari juara 1,2, dan 3. diiringi dengan Marawis dan ceramah inti oleh. Pak Komang Herdiana, S.Ag.
Kegiatan garapan anak-anak OSIS yang baru di lantik itu luar biasa meriah. Kreativitas yang di tunjukkan oleh siswa dan siswi tidak kalah meriahnya dengan kegiatan yang ada di tingkat yang lebih tinggi.
Menjadi fasilitator anak-anak OSIS untuk berkreatifitas merupakan fungsi dari pembina Kesiswaan dengan demikian diharapkan kreativitas dan inovasi bisa atersalurkan dan muncul kepermukaan.
Sambutan Kepala Sekolah
Siswa-siswi pada kegiatan maulid
Pemberian Hadiah Pemenang Cerdas cermat
Juara Pidato
Juara Busana Muslim Putri
Juara Busana Muslim Putra


Minggu, 10 Februari 2013

Lesson Study

Sambutan Kepala Sekolah pada kegiatan Open Lesson di SMPN 7 Karawang Barat. guru Model : Merly Naibaho, S.Pd. Moderator: Ratna Sudaryanti, SS. Notulen: Yogani Hadi Siswanto,SE

Jumsih di SMPN 7 Karbar

< ahref="">

Sabtu, 09 Februari 2013

Inspirasi

< ahref="">

LESSON STUDY

Open Lesson
Kegiatan Lesson Study di SMPN 7 Karawang Barat hari ini tahap Open Lesson dan Refleksi.
Hari/tgl : Senin, 4 Februari 2013
Mapel : Matematika
Kelas  : 8 B
Materi : Menentukan nilai Phi, menentukan luas lingkaran
Metode : Praktikum
Sebelum Open Lesson.


Dari kiri ke kanan ( Yogani Hadi Siswanto: Notulen, tengah: Ratna Sudaryanti: Moderator. Merly Naibaho: guru model)
Presentasi Guru Model Sebelum Pembelajaran

Kamis, 07 Februari 2013

JUM,AT BERSIH ( JUMSIH)

Kegiatan untuk menanamkan karakter peduli terhadap lingkungan dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap kebersihan dan keindahan oleh seluruh perangkat yang ada di sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf TU, penjaga, dan seluruh siswa.
SMPN 7 Karawang Barat mempunyai program jum'at bersih yang dilaksanakan rutin dengan jadwal bergantian senam kesegaran jasmani dengan kebersihan lingkungan.
Jum'at, 8 Pebruari 2013 jadwal jumsih dilaksanakan dengan menggerakkan semua yang ada di sekolah. Hal tersebut membuktikan sudah terbentuk kepedulian d SMP N 7 Karawang Barat terhadap Lingkungan setelah selama 6 bulan di terapkan kegiatan tersebut.

Selasa, 05 Februari 2013

Lomba Keindahan Kelas

Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah menjadi indah, asri, dan nyaman serta menerapkan nilai peduli terhadap lingkungan, mulai juli tahun 2012 SMPN 7 Karawang Barat mengadakan lomba taman kelas.
Sudah enam bulan kegiatan perlombaan di laksanakan, dengan semangat yang luar biasa dari siswa dan semua guru , Alhamdulillah terlihat perubahan ynag cukup signifikan terhadap keadaan lingkungan sekolah. Harapannya adalah dengan lingkungan yang indah semoaga dapat menanbah semangat bagi semua staekholder yang ada  untuk berjuang memajukan pendidikan khususnya di SMPN 7 Karawang Barat. Amien.

Sabtu, 02 Februari 2013

Taman Kelas

Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap semangat staekholder pendidikan dalam beraktivitas. Dilingkungan sekolah semangat belajar mengajar juga sangat di pengruhi oleh kondisi dan keadaan lingkungan sekolah tersebut. Kondisi lingkungan yang bersih, sejuk, rindang, dan tertata dengan baik jelas menambah gairah guru dan siswa untuk betah di sekolah terutama dalam kegiantan proses belajar mengajar menjadi nyaman.
SMP N 7 Karawang Barat yang terletak dipinggir sawah, kondisinya masih  jauh dari kenyataan yang membuat kondisi belajar mengajar menjadi nyaman. Melihat kenyataan tersebut, Pak Ahmad Fadloli sebagai kepala sekolah membuat terobosan untuk menjadikan sekolah menjadi rindang, nyaman, dan asri untuk mendukung proses belajar mengjar menjadi menyenangkan sehingga  semua yang menjadi bagian dari proses pendidikan di sekolah tersebut menjadi betah.
Salah satu program yang sudah dilaksanan selama enam bulan kebelakang adalaah adanya  perlombaan taman antar kelas.

KEROHANIAN


1
Sudah Terujikah Iman Kita
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!
  Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
   Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10:
   Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”?
Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!
   Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala :
   Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107).
   Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat.
   Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214).
   Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu.
لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَيُوْضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مِفْرَقِ رَأْسِهِ فَيَشُقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. (رواه البخاري).
... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202).
   Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada?
Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah!

LESSON STUDY




< ahref="">

KIAT-KIAT PRAKTEK LESSON STUDY



Bagi yang belum mengenal, mungkin Lesson Study disamakan dengan metode atau pendekatan
pembelajaran. Padahal Lesson Study  bukan metode pembelajaran, juga bukan pendekatan
pembelajaran. Sebenarnya, Lesson Study adalah suatu strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran
berbasis sekolah melalui  pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan
prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning. Oleh karena tugas guru adalah membelajarkan siswa
maka Lesson Study di negeri asalnya, Jepang, merupakan model pembinaan (pelatihan) guru berkelanjutan secara konsisten sejak seabad lalu. Keampuhan Lesson Study dalam meningkatkan mutu  pembelajaran yang berdampak terhadap mutu SDM Jepang yang diakui di seluruh dunia dan sekarang  Lesson Study dikembangkan dimana-mana termasuk di Amerika Serikat. Kita baru beberapa tahun saja belajar dari Jepang melalui JICA experts dan beberapa dosen yang berkesempatan menyaksikan  langsung kegiatan Lesson Study di Jepang. Jadi kita harus bersabar untuk merasakan hasilnya. Sebagian orang juga bertanya, apa bedanya dengan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)? Jawabya adalah Lesson Studylebih luas dari PTK. Pada dasarnya Lesson Study adalah penelitian pembelajaran, mengkaji pembelajaran dengan memberi tindakan agar pembelajaran menjadi lebih baik. Melalui Lesson Study, guru dapat melakukan kajian pembelajaran terhadap suatu kelas dengan topik berbeda (Penelitian Tindakan Kelas) dan melakukan kajian pembelajaran pada beberapa kelas paralel untuk topik yang sama (Peneltian Tindakan).

Tata Tertib Observasi Kegiatan Open Lesson



(dibacakan oleh pemandu)
Sebelum pengamatan
·         Pengamat & undangan hendaknya datang paling lambat 5 menit sebelum pembelajaran dimulai.
·         Kedatangan tamu di sekolah hendaknya tidak mengganggu konsentrasi belajar siswa di sekolah. Karena itu tamu hendaknya tidak ribut, berbicara tidak menimbulkan kebisingan di sekolah.
·         Siapkan buku catatan khusus observasi dan pena. Jika memungkinkan setiap pengamat memperoleh RPP, LKS, dan denah tempat duduk siswa.
·         HP di-silent-kan. Hindari mengirim atau menerima telpon kecuali untuk hal-hal yang sangat  mendesak. Juga hindari kesibukan mengirim atau membaca SMS.
·         Usahakan tidak membawa makanan dan tidak merokok di dalam ruangan.
·         Pastikan agar pada waktu observasi tidak diganggu perasaan ingin buang hajat. Buang air kecil/besar hendaknya dilakukan sebelum pembelajaran.
·         Usahakan kelas yang akan digunakan open lesson memiliki sirkulasi udara yang baik.

BUKU PINTAR PROGRAM BERMUTU


(Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading)



Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan Nasional
Jakarta, 2010.



KATA PENGANTAR
Program BERMUTU, Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading, yang diluncurkan secara resmi oleh Mendiknas Prof. Dr. Bambang Soedibjo, MBA pada bulan Desember 2007, tahun ini memasuki tahun kedua dari 6 (enam) tahun penyelenggaraan yang direncanakan. Setelah kegiatan tahun 2008 difokuskan untuk mempersiapkan berbagai kebijakan dan dokumen serta rancangan kegiatan, pada tahun 2009 sebagian kegiatan inti telah mulai dilaksanakan. Kegiatan inti dimaksud adalah penyelenggaraan CPD (Continouos Professional Development) bagi tenaga kependidikan yang berbasis kelompok kerja dan musyawarah tenaga kependidikan termasuk pemberian dukungan finansialnya dalam bentuk Dana Bantuan Langsung (DBL).
Secara manjerial pengelaolaan program BERMUTU melibatkan berbagai unsur terkait. Oleh sebab itu, kesamaan persepsi dan keserempakan gerak sangat diperlukan dalam membangun sistem penyelenggaraan yang solid sehingga kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing tim pengelola baik di tingkat pusat maupun di Provinsi dan Kabupaten/Kota mitra berjalan secara erkendali dan terarah menuju pencapaian tujuan program.
Akan tetapi, hingga saat ini masih dirasakan adanya perbedaan persepsi diantara para pemangku kepentingan dan tim pengelola tentang sejumlah aspek dan rancangan program BERMUTU. Terkait dengan itu,sesuai dengan perannya sebagai pelaksanana tugas  PCU dan PIU,  pada tahun 2009 Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan memandang perlu untuk menerbitkan Buku Pintar Program BERMUTU yang berisi berbagai hal-hal mendasar dan prinsipil tentang program dimaksud. Selanjutnya, dokumen ini  dapat dijadikan rujukan bagi pihak terkait dalam mengklarifikasi berbagi perbedaan yang mungkin ada selama ini. Selanjutnyadapat  dibangun kesamaan persepsi yang mendukung terselenggaranya semua kegiatan secara sinergis dan bernuara kepada pencapaian tujuan secara masksimal.
Akhirnya, kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyiapan dokumen ini serta yang terlibat dalam implementasinya disampaikan terima kasih.
Kiranya kita selalu memperoleh bimbingan dan bantuan dari Allah swt dalam melaksanakan tugas-tugas kita termasuk dalam mengimplementasikan Program BERMUTU tahun 2009. Amien!
Jakarta, 12 Januari 2009.
Direktur Pembinaan Pendidikan dan pelatihan
                                      Sumarna Surapranata, Ph.D.
                                      NIP.

INDIKATOR SNP ( Standar Nasional Pendidikan)

                                                                                                                                                           I.            STANDAR ISI
NO
KOMPONEN
ASPEK
INDIKATOR
1.
Kerangka Dasar                         Kurikulum
1)        Muatan Kurikulum
1.  Isi muata kurikulum:
(1)      Mata Pelajaran.,
(2)      Muatan Lokal.,
(3)      Kegiatan Pengembangan Diri.,
(4)      Pengaturan Beban Belajar,
(5)      Ketuntasan Belajar,
(6)      Kenaikan Kelas dan Kelulusan,
(7)      Pendidikan Kecakapan Hidup,
(8)      Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
(9)      Dan lainnya
2.  Jumlah atau jenis panduan pelaksanaan Muatan kurikulum sekolah, yaitu panduan:
(1)      Mata Pelajaran.,
(2)      Muatan Lokal.,
(3)      Kegiatan Pengembangan Diri.,
(4)      Pengaturan Beban Belajar,
(5)      Ketuntasan Belajar,
(6)      Kenaikan Kelas dan Kelulusan,
(7)      Pendidikan Kecakapan Hidup,
(8)      Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
(9)      Dan lainnya
2)        Prinsip Pengembangan Kurikulum
1.  Prinsip/keharusan melibatkan/bersama pihak-pihak terkait (Guru serumpun, MGMPS, MGMPK, PT, LPMP, Dinas Pendidikan, TPK, Komite Sekolah, dll)
2.  Prinsip/keharusan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi dengan  pedoman: panduan KURIKULUM, UUSPN 20/2003, PP 19/2005, Permen 22/2006, Permen 23/2006, Panduan KURIKULUM, dll
3.   Prinsip umum yang harus dipergunakan adalah mengacu kepada  :
(1)   Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan siswa dan lingkungannya.
(2)   Beragam dan terpadu.
(3)   Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
(4)   Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
(5)   Menyeluruh dan berkesinambungan.
(6)   Belajar sepanjang hayat,
(7)   Seimbang antara kepentingan pusat dan daerah.
4.  Prinsip/keharusan ketersediaan referensi
5.  Prinsip multi strategi dalam pengembangan kurikulum melalui:
(1)      Workshop/seminar orientasi, sosialisasi, dan pemahaman SKL, SI, dan lainnya yang relevan
(2)      Workshop pengembangan/penyusunan kurikulum
(3)      Validasi hasil penyusunan KURIKULUM
(4)      Workshop review dan penyempurnaan
(5)      Pendokumentasian hasil akhir penyusunan KURIKULUM
3)        Prinsip Pelaksanaan kurikulum
1.  Prinsip-prinsip umum dalam pelaksanaan kurikulum dalam bentuk pengajaran adalah:
(1)      Siswa harus mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan.
(2)        Menegakkan 4 pilar belajar (learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be, yaitu: pembelajaran tidaklah sekedar memperkenalkan nilai-nilai (learning to know), tetapi juga harus bisa membangkitkan penghayatan dan mendorong menerapkan nilai-nilai tersebut (learning to do) yang dilakukan secara kolaboratif (learning to live together) dan menjadikan peserta didik percaya diri dan menghargai dirinya (learning to be).
(3)      Siswa mendapatkan layanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan.
(4)      Suasana hubungan siswa dan guru yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat.
(5)      Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
(6)      Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya, serta kekayaan daerah.
(7)      Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
(8)      Penggunaan multimedia dalam pelaksanaan kurikulum
2.  Ketersediaan referensi/pedoman/acuan/sumber daya umum
2
Struktur Kurikulum Pendidikan Umum
1)        Struktur kurikulum
1.        Isi/muatan struktur kurikulum dan penyusunan-nya:
a.        Memiliki struktur kurikulum yang memuat 10 mata pelajaran umum dengan alokasi waktu (jumlah jam per mapel) tiap mapel
b.        Memiliki struktur kurikulum yang ditambah dengan muatan lokal dan alokasi waktunya
c.        Penyusunan muatan lokal yang melibatkan berbagai pihak
d.        Memiliki struktur kurikulum yang memuat program pengembangan diri.
e.        Penyusunan program pengembangan diri  yang melibatkan berbagai pihak
f.         Memiliki struktur kurikulum yang memuat Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL)
g.        Penyusunan PBKL melibatkan berbagai pihak
2.        Ketersediaan referensi umum
3.        Keterlaksanaan program muatan lokal
4.        Keberadaan program pengembangan diri
5.        Keterlaksanaan program pengembangan diri
6.        Keberadaan program PBKL
7.        Keterlaksanaan program PBKL
2)        Standar  Kompetensi dan kompetensi dasar
1.  Penjabaran SK dan KD mata pelajaran: untuk 10 mata pelajaran pokok yaitu: Pendidikan Agama, PKn, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, dan TIK/Keterampilan
2.  Memiliki dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran/program pendidikan lain: Muatan Lokal
3.  Memiliki dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran/program pendidikan lain: PBKL,
3
Beban belajar
1)        Tatap muka
1.        Penerapan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yaitu dengan 3 ketentuan tatap muka:
(1)   Satu jam pembelajaran tatap muka berlangsung selama 40 menit.
(2)   Jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 32 jam.
(3)   Jumlah minggu efektif per tahun minimal 34 minggu.
2)        Penugasan terstruktur
1.        Pemberian tugas-tugas terstruktur kepada siswa digunakan untuk :
(1)      Mencapai standar kompetensi minimal nasional.
(2)      Mendalami materi ajar.
3)        Kegiatan mandiri tidak terstruktur
1.        Program kegiatan mandiri/tidak terstruktur :
(1)      Merupakan kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi oleh siswa.
(2)      Dirancang guru untuk mencapai kompetensi tertentu.
(3)      Waktu penyelesaiannya diatur oleh siswa sendiri.
(4)      Waktu kegiatan bagi siswa maksimal sesuai dengan ketentuan beban belajar pada tingkat SMP
4.
 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
1)       Pengembangan KTSP
PPkulum I, MONITORING, DAN EVALUASIPengembangan KTSP memenuhi ketentuan-ketentuan :
(1)      Berdasarkan kerangka dasar kurikulum, standar kompetensi, dan panduan penyusunan  kurikulum.
(2)      Di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SMP.
(3)      Sesuai dengan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, dan siswa.
(4)      Dilakukan bersama Komite Sekolah.
(5)      Disahkan oleh Dinas Pendidikan kab/kota untuk SMP
2)       Pengembangan Silabus
1.  Ketentuan penyusunan silabus mapel adalah:
(1)      Penyusun/pengembang silabus mapel SNP: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan , pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb
(2)      Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Permendiknas No 22/2006
(3)      Disahkan sesuai dengan ketentuan
(4)      Sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah
(5)      Penggunaan referensi, buku, dan pendukung relevan
2.  Penggandaan dan kepemilikan silabus mapel didistribusikan kepada:
(1)      Guru yang bersangkutan
(2)      Kepala sekolah/sekolah
(3)      Dinas Pendidikan Kab/Kota
(4)      Lainnya yang memerlukan
1.  Pendokumentasian silabus mapel oleh sekolah:
(1)       Bentuk cetakan
(2)       Bentuk file
(3)       Oleh semua pihak terkait
3)       Pengembangan RPP
1.        Ketentuan penyusunan RPP mapel adalah:
(1)      Penyusun/pengembang silabus mapel: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan , pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb
(2)      Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Permendiknas No 22/2006
(3)      Dikembangkan berdasarkan silabus masing-masing mapel
(4)      Disahkan sesuai dengan ketentuan
(5)      Sesuai dengan kondisi dan kemampuan sekolah
(6)      Penggunaan referensi, buku, dan pendukung relevan
2.        Penggandaan dan kepemilikian RPP mapel didistribusikan kepada:
(1)      Guru yang bersangkutan
(2)      Kepala sekolah/sekolah
(3)      Dinas Pendidikan Kab/Kota
(4)      Lainnya yang memerlukan
3.        Pendokumentasian RPP mapel oleh sekolah:
(1)      Bentuk cetakan
(2)      Bentuk file
(3)      Oleh semua pihak terkait
4)       Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
1.       Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) =75 untuk setiap mata pelajaran yang ditetapkan
2.       Faktor-faktor sebagai dasar menetapkan KKM untuk setiap mata pelajaran
5.
Kalender Pendidikan
Alokasi waktu dan penetapan kalender pendidikan
Ketentuan dalam menyusun kalender pendidikan Sekolah. :
(1)      Mencantumkan awal tahun pelajaran.
(2)      Mengalokasikan minggu efektif belajar.
(3)      Mengalokasikan waktu pembelajaran efektif
(4)      Mencantumkan hari libur.
(5)      Disusun berdasarkan standar isi dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.